Istana Negara adalah salah satu obyek wisata yang tidak kalah menariknya di Jakarta. Gedung bersejarah ini merupakan salah satu bangunan warisan kolonial Belanda yang masih ada di Jakarta hingga saat ini. Istana Negara dibangun pada tahun 1796 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Belanda Pieter Gerardus VanOverstraten dan selesai dibangun pada tahun 1804 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Belanda Johannes Sieberg. Bangunan ini semula adalah milik seorang pengusaha Belanda bernama Jacob Andries Van Braam.
Pada zaman penjajahan Inggris (British Interregnum) Istana Negara menjadi kediaman resmi Komisaris Inggris. Pada tahun 1848 bangunan atas Istana Negara dipindahkan. Di sini pula Gubernur Jenderal Belanda yang terakhuir Tjarda van Starkenborgh Stachouwer menandatangani penyerahan tanpa syarat Belanda kepada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942. Pada zaman pendudukan Jepang Istana Negara menjadi Istana Panglima Angkatan Darat Jepang di Indonesia (Saiko Sikikan) hingga Jepang menyerah pada tahun 1945.
Pada tahun 1821 Pemerintah kolonial Belanda membeli bangunan itu untuk digunakan sebagai rumah peristirahatan para gubernur jenderal Belanda. Pada zaman kolonial Belanda Istana Negara disebut Istana Rijswick. Di Istana Rijswick inilah pada tahun 1829 Gubernur Jenderal Belanda G.A.G Baron Van Der Capellen mendengarkan rencana Jenderal Hendrik Merkus Baron De Kock untuk menumpas perlawanan Pangeran Diponegoro. Di istana ini pula Gubernur Jenderal Belanda Johannes Van Den Bosch mulai membuat kebijakan tanam paksa (cultuurstelsel) yang menguntungkanpemerintah kolonial Belanda tetapi menyengsarakan para petani pribumi.
Pada tanggal 25 Maret 1947 Istana Negara menjadi tempat penandatanganan Naskah Perjanjian Linggajati.
Daftar Pustaka
https://blog.tiket.com/istana_kepresidenan_indonesia.
https://en.wikipedia.org/wiki/Istana_Negara_Jakarta.
presidenri.go.id/istana-2.
https://news.okezone.com.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar