Jumat, 08 Februari 2019

Pasar Tanah Abang


Pasar Tanah Abang merupakan salah satu pusat perbelanjaan grosir tekstil terbesar di Jakarta dan bahkan Asia Tenggara. Pasar Tanah Abang yang dahulu dikenal dengan sebutan Pasar Sabtu dibangun oleh seorang tuan tanah Belanda bernama Justinus Vinck pada tahun 1735 atas izin Gubernur Jenderal VOC (Belanda) Abraham Patras.

Pada saat itu orang-orang Belanda menyebut nama Tanah Abang dengan sebutan De Nabang karena di kawasan itu terdapat banyak pohon nabang (sejenis pohon palem) yang tertanam di kawasan itu. Kemudian masyarakat Betawi menyebutnya Tenabang. Pada zaman kolonial Belanda Pasar Tanah Abang pernah menjadi pasar hewan khususnya pasar kambing.

Asal usul nama Tanah Abang lainnya yaitu ketika kawasan itu menjadi pemukiman pasukan Mataram yang menyerang Batavia pada tahun 1628-1629 karena tanah di kawasan itu berwarna merah mereka menyebut kawasan itu Tanah Abang. Pada tahun 1648 penguasa Belanda Cornelis Van Der Lijn memberikan izin kepada kapitan Tionghoa kedua Phoa Bin Am untuk membuka lahan di Tanah Abang untuk dijadikan kebun melati, kacang, jahe, sirih, nanas, dan sayur-mayur.

Ketika terjadi Geger Pecinan Pasar Tanah Abang menjadi lesu karena Belanda membantai banyak warga etnis Tionghoa, merampas harta benda mereka, dan menjarah kebun-kebun mereka. Pada tahun 1881 Pasar Tanah Abang berangsur pulih. Pasar Tanah Abang padsa saat itu dibuka hanya setiap Rabu dan Sabtu.

Perputaran uang di Pasar Tanah Abang kembali hidup pada abad kedua puluh ketika para saudagar Arab dan Tionghoa banyak bermukim di Tanah Abang yang dikembalikan peruntukknnya sebagai pasar oleh pemerintah kolonial Belanda. Kini Pasar Tanah Abang menjadi perhatian warga karena kesemrawutannya. Kemacetan lalu lintas dan kriminalitas sering terjadi di sini.

Daftar Pustaka

https://travel.kompas.com.
jakarta.bisnis.com.
https://tirto.id.
Alwi Shahab. Batavia Kota Banjir. Penerbit Republika Jakarta (2008).
Rahmad Ruhiyat. Asal-Usul Nama Tempat Di Jakarta. Penerbit Masup Jakarta (2010).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar