Kamis, 07 Februari 2019

Museum Wayang

Museum Wayang terletak di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27 kelurahan Pinangsia Kecamatan Taman Sari Kota Tua Jakarta. Pada awalnya bangunan ini merupakan Oud Hollandsche Kerk (Gereja Belanda Lama) yang dibangun pada tahun 1640. Pada tahun 1732 bangunan itu diperbaiki dan berganti nama menjadi Nieuw Hollandsche Kerk (Gereja Belanda Lama).

Pada tahun 1808 bangunan ini hancur akibat gempa bumi. Pada tahun 1912 bangunan ini berfungsi sebagai gudang milik perusahaan dagang Geo Wehry & Co. Pada tanggal 14 Agustus 1936 bangunan ini ditetapkan sebagai Monumenten Ordonnantie (situs yang dilindungi oleh undang-undang cagar budaya). Selanjutnya bangunan itu dibeli oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (kini Museum Nasional), suatu lembaga yang bergerak di bidang penelitian di bidang seni dan ilmu pengetahuan seperti biologi, fisika, arkeologi, kesusasteraan, etnologi, dan sejarah serta menerbitkan hasil penelitian.

Pada tanggal 22 Desember 1939 Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang terakhir, J M A W L Tjarda Van Starkenborgh Stachouwer meresmikan gedung tersebut menjadi Oud Batavia Museum (Museum Batavia Lama). Pada tahun 1957 bangunan ini diserahkan Lembaga Kebudayaan Indonesia (LKI) yang mengubah namanya menjadi Museum Jakarta Lama.

Pada tahun 1962 Museum Jakarta Lama diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Museum ini telah beberapa kali dipugar. Pada 13 Agustus 1975 Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin  meresmikan bangunan itu sebagai Museum Wayang. Museum Wayang menyimpan koleksi lebih dari 4.000 wayang yang terdiri dari wayang kulit, wayang golek, wayang rumput, wayang kardus serta wayang kulit asal Kamboja, Malaysia, dan Thailand. Selain itu museum ini menyimpan boneka dari  Inggris Raya, Vietnam, Perancis, Amerika Serikat dan Rusia.

Daftar Pustaka

https://thecrazymuseum.wordpress.com.
https://erawisata.com.
www.museumjakarta.com.
https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Wayang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar