Kamis, 28 Februari 2019

Masjid Al Islam Petamburan Tanah Abang Jakarta

Masjid Al Islam Petamburan terletak di Jalan Karel Satsuit Tubun Tanah Abang Jakarta Pusat. Masjid ini merupakan salah satu masjid tua yang ada di Jakarta. Masjid ini berada di seberang Rumah Sakit PELNI Petamburan dan berjarak sekita 1 (satu) kilometer dari Museum Tekstil dan 2 (dua kilometer) dari Pusat Perbelanjaan tekstil Tanah Abang.

Masjid ini dibangun oleh seorang ulama asal Sumatera Barat bernama Syekh Burhanuddin Al Misri pada tahun 1771. Tujuan kedatangan Syekh Burhanuddin Al-Misri ke Batavia (Kini jakarta) adalah untuk berdakwah. Dia memilih kawasan Tanah Abang karena di daerah ini banyak bermukim para perantau yang umumnya pedagang di Pasar Tanah Abang. Pada masa itu kegiatan perdagangan di Pasar Tanah Abang didominasi oleh para pedagang non pribumi khususnya orang Arab dan Tionghoa.

Ketika itu di Tanah Abang belum ada Masjid yang dianggap startegis dan dekat dengan Pasar Tanah Abang. Perkembangan masjid ini selanjutnya dilanjutkan oleh cucu Syekh Burhanuddin Al Misri yang bernama Habibn Usman. Habib Usman dibantu oleh dua orang murid seniornya yang asli Betawi yaitu Haji Saidi dan Haji Muala. Setelah Habib Usman wafat aktivitas belajar- mengajar di masjid ini dilanjutkan oleh Haji Saidi dan kawan-kawan.

Pada tahun 1925 Masjid Al Islam membuat gebrakan yang dimulai dengan penggunaan khotbah sholat Jum`at dalam bahasa Melayu. Hal ini mendapat reaksi keras dari para ulama di Batavia yang saat itu masih menggunakan bahasa Arab dalam khotbah sholat Jum`at. Konon polemik antara Haji Muala dengan para ulama tradisional terdengar pula oleh Pemerintah Belanda. Sehingga oleh karena itu dia dipanggil untuk didengar keterangannya.

Menjelang pecahnya Perang Kemerdekaan pada tahun 1945, Haji Muala yang sudah berusia lanjut menjadikan Masjid Al Islam Petamburan sebagai markas pejuang. Hingga saat ini Masjid Al Islam Petamburan lebih sering dikenal dengan sebutan Masjid Habib Usman.

Daftar Pustaka
jakartatribunnes.com.
duniamasjid.islamiccenter.or.id.
https://iwanabdurr.wordpress.com.
Winarno Adi. Jakarta 1740 Menyisir Jejak Betawi. Penerbit Gramedia Utama Jakarta (2010).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar