Masjid Matraman terletak di Jalan Masjid Matraman Kelurahan Pegangsaan Kecamatan Menteng Jakarta Pusat dan berbatasan pula dengan wilayah kecamatan Matraman Jakarta Timur. Masjid ini merupakan salah satu saksi sejarah di Jakarta.
Menurut Ensiklopedi Jakarta Masjid Matraman didirikan oleh pasukan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung Anyokrokusumo ketika menyerang orang-orang Belanda di Batavia dalam bentuk musholla pada tahun 1628. Masjid ini dibangun di atas lahan bekas kandang burung milik orang Belanda. Masjid Matraman merupakan masjid agung yang pertama di Jakarta.
Masjid Matraman diresmikan oleh putera Pangeran Diponegoro bernama Pangeran Djonet yang memimpin sholat jumat yang pertama di masjid itu. Dia menamai masjid itu dgn nama Masjid Agung Dalem Mataraman.
Pada tahun 1930 Masjid Matraman dipugar oleh arsitek asal Maluku bernama Nyai Patiloy. Pahlawan nasional asal Sumatera Barat dan tokoh Sarekat Islam Haji Agus Salim pernah menjadi ketua pembangunan masjid itu.
Pemerintah kolonial Belanda tidak setuju dengan pembangunan Masjid Matraman yang berada di jalan dan memerintahkan agar dibangun lebih ke dalam. Pemerintah kolonial Belanda berjanji akan membantu biaya 10.000 gulden. Namun hal ini diprotes oleh Gemeenteraad Batavia (kini DPRD DKI Jakarta) dan para ulama Betawi.
Pada tahun 1940 masjid ini mendapatkan bantuan dari Saudi Arabia.
Asal-usul Matraman berasal dari sebuah masjid kecil di pinggir Sungai Ciliwung yang digunakan oleh para pangeran Kesultanan Mataram. Di tempat itu pernah ada rumah seorang pangeran yang bercorak Jawa dengan tiang-tiang besar.
(Dinas Sejarah dan Permuseuman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ensiklopedi Jakarta Jilid II 2010).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar