Kamis, 07 Februari 2019

Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta disebut pula dengan sebutan Kota Lama Batavia, adalah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia. Luasnya 1,3 kilometer persegi. Secara administratif Kota Tua Jakarta masuk ke dalam wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara (Pinangsia, Roa Malaka, dan Penjaringan).

Pada abad ke 17 orang-orang Belanda menyebut kota ini dengan sebutan " Permata dari Timur " dan " Ratu Dari Asia " karena pada saat itu Kota Lama Jakarta dianggap sebagai pusat perdagangan VOC (Belanda) di Asia karena lokasinya yang sangat strategis dan sumber daya yang melimpah.

Pada tahun 1526 Kesultanan Demak mengirim Fatahillah menyerang Sunda Kelapa di Kerajaan Hindu Pajajaran yang kemudian mengubah namanya menjadi Jayakarta yang artinya kemenangan. Pada tanggal 30 Mei 1619 Belanda menghancurkan kota Jayakarta dan menduduki kota itu. Pada tanggal 4 Maret 1621 Belanda secara resmi mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia. Nama Batavia diambil dari nama Batavieren, leluhur orang Belanda.

Penduduk Batavia disebut Batavianen yang kemudian dikenal sebagai etnis Betawi yang terdiri dari etnis kreol yang merupakan keturunan dari berbagai etnis yang tinggal di Batavia.
 Belanda membangun kota Batavia Lama yang dikelilingi oleh 22 bastion (tembok kota), kastil (benteng), dan kanal. Kota ini diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan oleh kanal.

Pada tanggal 22 Agustus 1628 Mataram menyerang orang-orang Belanda di Batavia karena Mataram ingin mengusir Belanda dari Pulau Jawa. Pada tanggal 21 September Mataram menyerang benteng Belanda di Batavia namun berhasil dihalau. Pada tanggal 28 November 1628 Mataram kembali menyerang Batavia namun berhasil dihalau oleh orang-orang Belanda. Kanal-kanal diisi karena munculnya wabah tropis di dalam kota Batavia karena sanitasi sangat buruk.
Sejak tahun 1680an dan 1735 Batavia dilanda wabah penyakit tropis seperti kolera dan disentri yang menyebabkan angka kematian penduduk yang tinggi.

Akibat wabah penyakit tropis itu pada awal abad ke 19 penduduk Eropa khususnya orang-orang  Belanda pindah ke selatan kota Batavia yang disebut Weltevreden (kini Lapangan Banteng dan Gambir). Batavia kemudian menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda.

Pada tanggal 8 Agustus 1942 tentara Jepang secara resmi mengganti nama Batavia menjadi Jakarta dan masih berperan sebagai ibukota Republik Indonesia hingga sekarang.

Pada tahun 1635 Belanda memperluas kota Batavia Lama ke tepi barat Sungai Ciliwung. Pada tahun 1650 orang-orang Belanda menyelesaikan pembangunan kota Batavia Lama.

Pada tahun 1972 Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin mengeluarkan dekrit yang menyatakan Kota Tua Jakarta sebagai situs warisan budaya.

Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tua_Jakarta.
https://sejarahlengkap.com.
wartakotatribunnews.com.
portal-infosejarah.com.
Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar