Sabtu, 09 Februari 2019

Museum Tekstil


Museum Tekstil terletak di perbatasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat tepatnya di kelurahan Petamburan Kecamatan Palmerah Jakarta Barat yang berbatasan langsung dengan kelurahan Petamburan Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Lokasinya sangat strategis karena dilalui oleh kendaran umum seperti angkot OK-Trip, kereta api Commuter Line dan bis Transjakarta tujuan Tanah Abang.

Bangunan lawas ini didirikan pada awal abad ke-19. Awalnya merupakan landhuis (rumah peristirahatan) milik seorang warga negara Perancis dan kemudian dijual kepada seorang konsul jenderal Turki Abdul Aziz Al Mussazi Al Katiri. Pada tahun 1942 bangunan itu dijual kepada Dr. Karel Christiaan Cruqc dan pada awal tahun 1945 edigunakan sebagai markas Perintis Front Pemuda dari Angkatan Pertahanan Sipil dalam perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada tahun 1947 bangunan milik seorang warga Tionghoa bernama Lie Siong Pin ini disewakan kepada Departemen Sosial untuk digunakan sebagai panti jompo. Pada tahun 1952 bangunan itu digunakan sebagai kantor Departemen Sosial. Namun pada tahun 1966 bangunan itu menjadi asrama karyawan. Pada tanggal 25 Oktober bangunan dan tanah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1976 sebagai Museum Tekstil.

Di area museum ini terdapat pendopo batik, galeri batik, perpustakaan, tempat penyimpanan, taman pewarna alami, taman serat, dan taman obat-obatan. Museum ini menyimpan koleksi batik dan tenun dari berbagai daerah di Indonesia.

Daftar Pustaka

https://tamasyadengananak.blogspot.com.
www.sukasadee.com.
asemus.museum.
https://merahputih.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar