Jumat, 08 Februari 2019
Pasar Baru
Pasar Baru adalah suatu kawasan yang terletak di Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat. Pasar Baru adalah salah satu kawasan pusat perbelanjaan tertua di Jakarta yang sudah eksis sejak zaman kolonial Belanda. Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels membangun Pasar Baru pada tahun 1820 untuk membedakan dengan dua kawasan pusat perbelanjaan yang sudah ada sebelumnya di Jakarta yaitu Pasar Tanah Abang dan Pasar Senen yang dibangun oleh seorang tuan tanh Belanda, Justinus Vinck, pada masa itu.
Pada awalnya Pasar Baru merupakan tempat para pedagang pribumi menjual hasil buminya dan para pedagang kelontong etnis Tionghoa membuka tokonya. Toko-toko di kawasan itu dibangun dengan gaya arsitektur Eropa dan Tionghoa. Orang-orang yang berbelanja di kawasan ini adalah orang-orang Belanda yang tinggal di Rijswijk (kini Jalan Veteran), kawasan yang dibangun oleh penguasa Belanda untuk orang-orang kaya di Batavia.
Selain etnis Tionghoa, di Pasar Baru banyak bermukim orang India-Indonesia yang berdagang kain, sepatu olahraga, dan sepatu. Sebagian besar para pedagang etnis India tinggal di Pasar Baru dan Pintu Air. Toko-toko lama yang masih ada di Pasar Baru adalah Apotik Kimia Farma, toko Lee Ie Seeng, toko alat rumah tangga Melati, toko jam Tjung Tjung, dan toko kacamata Seis (Tjun Lie). Penjahit pakaian yang telah ada sejak zaman dahulu di Pasar Baru adalah Isardas, Hariom, dan Gehimal, toko kain Bombay dan Lilaram.
Di ujung utara Pasar Baru dulu terdapat toko komik. Di Pasar Baru terdapat pula bioskop Capitol, Bioskop Astoria (Bioskop Satria), dan Bioskop Globe di Pintu Air. Pasar Baru merupakan tempat kelahiran restoran Bakmi Gang Kelinci yang telah berdiri sejak tahun 1957. Usaha Bakmi Gang Kelinci dimulai sebagai pedagang mie gerobak di Jaln Pintu Besi (kini Jalan Haji Samanhudi).
Di ujung selatan Pasar Baru terdapat jalan Antara, Jalan Pasar Baru Selatan, serta Jalan Pos yang berdekatan dengan Gedung Kesenian Jakarta.
Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/.
infojakarta.net.
https://lifestyle.okezone.com.
www.dot.go.id.
Alwi Shahab. Batavia Kota Hantu. Penerbit Republika Jakarta (2008).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar