Kamis, 07 Februari 2019

Masjid Tangkuban Perahu


Masjid Tangkuban Perahu terletak di Jalan Tangkuban Perahu Setiabudi Jakarta Selatan. Masjid ini dibangun pada tahun 1870 oleh seorang ulama Arab asal Yaman bernama Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Shahab. Letak masjid itu berada di kawasan tangsi milik pemerintah Belanda di antara Jalan Mangunsarkoro dan Jalan J. Latuharhary. Nama asli masjid ini adalah Masjid Shihabudin.

Ketika tempat itu akan dibangun tangsi militer Belanda, masjid Shihabudin (Masjid Tangkuban Perahu) dipindahkan ke Jalan Tangkuban Perahu di tanah wakaf milik Sayid Ali bin Ahmad bin Shahab. Masjid Shihabudin berganti nama menjadi Masjid Tangkuban Perahu. Kepengurusan masjid yang pertama dilakukan oleh K H Mahmud Ramli sejak 1908 hingga meninggal dunia, kemudian digantikan oleh K H Abdullah Muhrim hingga tahun 1980. Setelah itu dilanjutkan oleh puteranya sendiri, H. Ahmad Sarwadi.

Pada tahun 1970an Masjid Tangkuban Perahu direnovasi untuk pertama kali pada masa kepengurusan K H Abdullah Muhrim. Perawatan masjid ini terus berlanjut dan setiap tahun dilakukan pengecatan pada saat menjelang lebaran. Di masjid ini tata cara ritual keagamaan memiliki masjid Betawi, seperti acara Maulid Nabi, Isra Mi`raj, Nisfu Sya`ban dan lain-lain. Hal ini terjadi karena sejak awal berdirinya masjid ini berada di wilayah perkampungan Betawi, sehingga sebagian besar pengurus masjid ini adalah orang Betawi.

Daftar Pustaka

duniamasjid.org.
masjidtangkubanperahu.blogspot.com.
https://megapolitan.kompas.com.
Alwi Shahab. Batavia Kota Banjir. Penerbit Republika Jakarta (2008).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar