Selasa, 05 Februari 2019

Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah terletak di Jalan Taman Fatahillah Nomor 1 kawasan Kota Tua Jakarta. Gedung ini merupakan salah satu saksi sejarah Jakarta dan merupakan salah satu warisan Belanda yang masih ada di Jakarta. Gedung ini pertama kali dibangun oleh Gubernur Jenderal VOC (Belanda) pada tahun 1621 dan dibangun lagi pada tahun 1627.

Pada masa itu gedung ini disebut Stadhuis (Balaikota) Batavia. Namun gedung ini pernah terbakar ketika pasukan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung Anyokrokusumo menyerang Batavia pada tahun 1628.

Pada tanggal 25 Januari 1707 gedung ini dibangun kembali pada zaman pemerintahan Gubernur Jenderal VOC Joan Van Hoorn yang ditandai dengan peletakkan batu pertama pembangunan gedung ini oleh puteri Joan Van Hoorn, Petronella Wilhelmina van Hoorn dan diresmikan  pada tanggal 10 Juli 1710 pada zaman pemerintahan Gubernur Jenderal VOC Abraham Van Riebeeck. Gedung ini rancang oleh J van de Delde. Pada tahun 1648 kondisi gedung ini sangat buruk. Tanah di Batavia sangat labil dan beratnya bangunan ini menyebabkan perlahan-lahan turun dari permukaan tanah.

Selain berfungsi sebagai balaikota, Gedung ini berfungsi pula sebagai gereja, panti asuhan yatim piatu, dan Raad Van Justitie (Pengadilan Tinggi yang khusus menangani pidana orang-orang Belanda ). Pada zaman penjajahan Inggris, Letnan Gubernur Jenderal Inggris di Jawa, Sir Thomas Stamford Raffles, menjadikannya pula sebagai balaikota dan kantor residen Inggris (1811-1816).

Ketika Belanda kembali berkuasa di Indonesia, gedung ini kembali berfungsi sebagai balaikota hingga tahun 1926. Pada tahun 1926-1942 gedung ini berfungsi sebagai kantor Gubernur Jawa Barat. Pada tahun 1942-1945 gedung ini diduduki oleh tentara Jepang yang menggunakannya sebagai gudang logistik tentara Jepang. Pada tahun 1945-1952 gedung ini menjadi kantor Gubernur Jawa Barat. Pada tahun 1952-1967 gedung ini diserahkan kepada TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Pada tahun 1967 TNI menyerahkan gedung ini kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pada tahun 1974 Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan gedung bersejarah ini menjadi Museum Sejarah Jakarta.

(Daftar Pustaka  https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Fatahillah.
www.museumindonesia.com.)


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar